Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Sunday, December 16, 2018

Sebut 10 Tahun SBY di Sumut Yang Belum Membangun Apa-apa, Djarot Di-skakmat Ferdinand Hutahean

Di hadapan sekitar 1000 (seribu) kader dan simpatisan PDIP dalam acara konsolidasi partai di Asahan, Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat menyampaikan rasa bangga atas kinerja positif Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama memimpin negara.

Djarot Saiful yang juga merupakan Ketua Bidang Organisasi PDIP meminta kepada kader partai untuk terus mempromosikan Jokowi yang saat ini kembali maju sebagai calon presiden periode 2019-2024 yang berstatus sebagai petahana.

Disebutkan bahwa Jokowi adalah salah satu kader PDIP yang banyak membawa perubahan di Provinsi Sumatera Utara. "Pak Jokowi adalah kader internal kita karena beliau pernah menjadi pengurus PDIP di Jawa Tengah sewaktu masih menjadi Walikota Solo. Beliau telah berbuat banyak untuk Sumatera Utara," kata Djarot pada hari Minggu (16/12) di hadapan para kader yang hadir di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Djarot juga menyampaikan bahwa sebelum hadir dalam acara itu, ia sempat berkunjung ke tempat kediaman Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang. Kata Djarot, Taufan mengharapkan Jokowi untuk membangun jalan tol yang dapat mempermudah akses sejumlah di wilayah Sumatera Utara.

Di tengah-tengah pidatonya, Djarot Saiful sempat menyinggung kinerja Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama menjadi presiden terhadap kemajuan Provinsi Sumatera Utara. "Sampai saya tuh berpikir begini, 10 tahun kita membangun di jaman SBY, yang dibangun di Sumatera Utara ini opo? Ono ora sing dinikmati ?" kata Djarot sambil berseloroh dalam bahasa Jawa yang disambut riuh rendah para kader yang hadir.

Djarot menegaskan bahwa kepemimpinan Jokowi yang pada pencalonan periode keduanya ini berpasangan dengan Ma'ruf Amin harus dilanjutkan. Pembangunan jalan tol, kata Djarot, jangan dilihat sekadar kaca mata membangun secara fisik. Ada hal lain yang harus dibangun secara berkesinambungan misalnya mengembangkan wilayah industri baru di daerah tingkat dua di Sumatera Utara agar pusat kegiatan ekonomi tidak terpaku hanya di Kota Medan dan sekitarnya.

Menanggapi ucapan Djarot Saiful itu, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean, memberikan komentar yang tak kalah pedasnya. Ia memberikan respons di akun twitternya dengan menyinggung kekalahan Djarot pada pilkada di Sumatera Utara.
Danau Toba

0 comments