Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Sunday, February 10, 2019

Surya Paloh Minta Jokowi Jujur, JK Akui Adanya Kebocoran Anggaran

Pernyataan sang calon presiden nomor urut 01, Prabowo Subianto perihal adanya kebocoron anggaran pada awalnya direaksi negatif oleh Joko Widodo (Jokowi).

Namun demikian, dugaan adanya kebocoran anggaran itu justru dibenarkan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, tidak menampik terjadinya kebocoran anggaran pemerintah seperti yang dilayangkan oleh calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Tudingan adanya kebocoran tersebut muncul seiring munculnya sejumlah berita tentang penangkapan oknum aparat pemerintah karena kasus korupsi yang marak terjadi belakangan.

Ya, tentu. Kalau tidak bocor mengapa banyak aparat pemerintah yang ditangkap. Pasti karena ada kebocoran, tapi tidak berlebihan seperti itu,” ujar Jusuf Kalla saat berada di Markas Pusat PMI (Palang Merah Indonesia), Jakarta, Jumat (8/2).


Menurut Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, Presiden Joko Widodo harus arif dalam menanggapi kritik yang dilayangkan pesaingnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Jokowi diminta bersabar dan tidak membalasnya dengan reaksi yang berlebihan. Hal ini menanggapi dugaan yang dilontarkan Prabowo tentang adanya kebocoran anggaran yang mencapai 25% atau setara dengan 500 triliun rupiah. 

Surya Paloh meminta kepada Jokowi untuk bersikap jujur dalam menjawab tudingan Prabowo. Jika memang terdapat fakta mengenai kebocoran tersebut, maka hal itu harus diterima dan diakui dengan gentle.


Prabowo

0 comments