Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Tuesday, March 12, 2019

Jokowi Mengaku Elektabilitasnya Turun akibat Hoaks

Calon presiden (capres) nomor urut 01, Jokowi (Joko Widodo) meminta kepada masyarakat Indonesia agar dapat memerangi berita tidak benar alias hoaks. Hal tersebut disampaikan pada saat memberikan pidato pada acara Festival Indonesia Satu di Gedung Istora Senayan di hari Minggu (10/4).
Acara tersebut dihadiri oleh mayoritas generasi milenium yang jumlahnya mencapai ribuan peserta. Jokowi dalam kesempatan itu mengakui bahwa elektabilitasnya mengalami penurunan akibat adanya serangan hoaks. Sebagimana diketahui, beberapa waktu lalu sempat muncul serangan hoaks yang dialami pasangan calon 01 tersebut di Karawang, Jawa Barat.
Di banyak daerah (kami) mengalami penurunan elektabilitas karena berita hoaks. Kita harus merespons dengan cepat. Tidak hanya di medsos tapi juga door to door. Jangan sampai enggak direspons, ini harus dilawan. Sekali lagi, ini harus dilawan,” ujarnya seperti dilansir Republika.
Jokowi juga menyatakan bahwa berita hoaks berbahaya bagi keberlangsungan negara. Salah satu dampak negatif hoaks adalah memunculkan gesekan di berbagai lapisan masyarakat melalui issue-issue sensitif. “Hal ini jangan sampai dibiarkan, bahaya bagi negara kita. Saya titip (agar) ini dijaga betul,” ujar beliau. Di sisi lain, Jokowi juga mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk dapat menyalurkan hak pilihnya dengan baik. Ia mengharapkan bahwa para pemilih (yang sah) tidak golput pada Pemilu 2019. “Mari kita gaungkan, jangan (sampai ada) satu orang pun yang golput. Ajaklah kawan, tetangga, saudara, untuk berbondong-bondong (pergi) ke TPS terdekat. Jangan (sampai) golput,” pintanya.
SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) telah mengeluarkan rilis tentang hasil survei terbaru mereka terkait dukungan calon presiden/wakil presiden dan integritas penyelenggara pemilu. Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, juga mengungkapkan bahwa dari survei terhadap sekitar 1426 (seribu empat ratus dua puluh enam) responden, menunjukkan hasil bahwa elektabilitas calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 (Joko Widodo - Ma’ruf Amin) lebih tinggi dibandingkan elektabilitas pasangan nomor urut 02 (Prabowo Subianto - Sandiaga Uno).
Atas hasil survei di atas, para peneliti selajutnya melemparkan pertanyaan : Seandainya pemilu dilakukan sekarang, siapa pasangan capres dan cawapres yang akan dipilih ?. Hasilnya menunjukkan bahwa 54,9% akan memilih pasangan Jokowi -  Amin. Sementara 32,1% akan memilih pasangan Prabowo - Sandiaga. Kemudian sebanyak 13,0% menyatakan tidak tahu atau merahasiakan pilihannya.
Survei opini publik secara nasional tersebut dilakukan pada periode 24 Januari 2019 sampai 31 Januari 2019 dengan melibatkan 1426 responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia dimana margin of error dari survei ini adalah sebesar 2,65%.
Jokowi

0 comments