Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Friday, March 20, 2020

Apa Itu COVID-19

Dunia sedang diserbu oleh penyebaran virus corona atau yang juga kadang disebut sebagai COVID-19. Namun apa sebenarnya dengan istilah COVID-19 itu sendiri ?

COVID-19 adalah singkatan dari beberapa kata yaitu terdiri dari “CO”, ”VI, ”D” dan 19” dimana “CO” adalah singkatan dari kata “Corona”, “VI” dari kata “Virus”, “D” dari kata “Disease” dan “19” adalah dari kata tahun “2019”. Dengan demikian jika dirangkai menjadi “COVID-19” maka dapat diartikan penyakit (disease) corona virus yang ditemukan pada tahun 2019 (tepatnya di akhir tahun).

WHO (World Health Organization) sendiri telah mengumumkan secara resmi nama penyakit ini sebagai “corona disease” atau “coronavirus disease 2019” atau “COVID-19” yaitu merupakan sebuah nama penyakit. Nah, penyakit yang timbul atau dialami oleh seorang pasien tentunya disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu. Dalam kasus penyakit COVID-19 tersebut, virus penyebabnya bernama “Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2” atau disingkat sebagai “SARS-CoV-2.”

Sebelum munculnya istilah “SARS-CoV-2”, sudah ada terlebih dahulu istilah yang hampir mirip yaitu “MERS-CoV” dan “SARS-CoV” dimana MERS-CoV pertama kali teridentifikasi pada tahun 2012 yang menyebabkan penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Sedangkan SARS-CoV teridentifikasi pada tahun 2002 yang menyebabkan penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Munculnya SARS-CoV2 adalah manakala teridentifikasi penyakit COVID-19 pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada akhir 2019 lalu, yang kemudian menyebar ke berbagai belahan di dunia dalam waktu yang relatif sangat cepat. Data WHO per tanggal 18 Maret 2020 menunjukkan bahwa di seluruh dunia terdapat sebanyak 191.127 (seratus sembilan puluh satu ribu seratus dua puluh tujuh) kasus eksisting terkonfirmasi COVID-19, sementara terdapat kasus baru (new cases) terkonfirmasi sebanyak 15.123 (lima belas ribu seratus dua puluh tiga). Total pasien yang meninggal sebanyak 7.800 (tujuh ribu delapan ratus) orang untuk yang eksisting sampai dengan 18 Maret 2020, plus tambahan kasus meninggal baru sebanyak 786 (tujuh ratus delapan puluh enam) orang.

Mengapa terdapat pembedaan nama virus tersebut ?. Pihak ICTV (International Committee on Taxonomy of Viruses) membuat penamaan yang berbeda guna membedakan struktur genetik dan mempermudah saat melakukan pengembangan tes diagnostik, vaksin, dan obat-obatan. ICTV sendiri mengumumkan penamaan “Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2)” sebagai nama resmi per tanggal 11 Februari 2020 lalu. Mengapa ada kata “SARS” di situ ?. Karena secara genetik, virus tersebut masih memiliki keterkaitan dengan SARS yang terjadi pada tahun 2002, meskipun 2 (dua) virus itu tetap saja sebenarnya berbeda. Sementara, WHO mengumumkan nama “COVID-19” sebagai nama penyakit baru pada tanggal 11 Februari 2020 juga, mengikuti panduan sebelumnya yang dikembangkan oleh OIE (the Organization for Animal Health) dan FAO (the Food and Agriculture Organization of the United Nations).

Dengan demikian, WHO lebih memilih mempopulerkan “COVID-19” dibanding SARS dengan tujuan untuk kepentingan komunikasi publik mengingat kasus SARS telah menyebabkan tingkat ketakutan yang tinggi terutama di wilayah Asia waktu itu.   

Referensi :
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/technical-guidance/naming-the-coronavirus-disease-(covid-2019)-and-the-virus-that-causes-it
https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200318-sitrep-58-covid-19.pdf?sfvrsn=20876712_2
https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/respiratory-viruses/coronaviruses-and-acute-respiratory-syndromes-covid-19,-mers,-and-sars#v47572273
covid-19

0 comments