Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Sunday, March 1, 2020

Arab Saudi Stop Umroh karena Virus Korona ; Jangan Sampai Rugikan Jamaah Indonesia

Berita mengejutkan datang dari Arab Saudi dimana pemerintah mereka menyatakan penangguhan sementara jamaah umroh sampai batas waktu yang belum ditentukan.


Joko Asmoro, Ketua Umum AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelengara Haji dan Umroh Republik Indonesia) dalam wawancara di stasiun TVRI (29/02) merasa dikejutkan dengan berita tersebut dimana masalah visa sudah ter-lock, lalu dalam kurun waktu 2 (dua) jam kemudian diumumkan bahwa jamaah tidak bisa masuk ke Arab Saudi. Namun dalam hal ini memang tidak ada pilihan lain dimana pemerintah Indonesia harus mematuhi dan menghargai langkah Arab Saudi itu dalam rangka menjaga rasa aman dan nyaman dalam proses pelaksanaan ibadah umroh.

Indonesia sendiri merupakan negara kedua terbesar sebagai pengirim jamaah umroh terbesar di dunia setelah Pakistan dengan sekitar 1 (satu) juta jamaah per tahun. Yang gagal berangkat dalam kasus ini adalah sebanyak 2393 jamaah namun menurut Joko, alhamdulillah dapat diberikan pengertian. Ada diantaranya yaitu sekitar 1600-an jamaah yang sudah berangkat namun tidak bisa masuk ke Saudi karena maskapai yang berangkat melalui negara perantara seperti Singapura atau Oman tentunya harus kembali ke Indonesia.

Kementerian terkait seperti Kemenag, Kemenlu, dan Kemenkes sudah berkoordinasi menyangkut sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri. Kementerian Agama juga sudah berkoordinasi dengan AMPHURI dan juga dengan maskapai penerbangan. Ini kondisi yang berada diluar kemampuan siapa saja namun sama-sama juga diinginkan agar masyarakat tidak dirugikan. Ketika kondisi sudah dinyatakan aman, jamaah yang mau berangkat lagi diharapkan tidak perlu lagi membayar biaya. Semua maskapai yang akan memberangkatkan jamaah perlu memberikan jaminan atas hal ini. Jika ada jamaah yang sebaliknya, ingin membatalkan, diusahakan agar tidak ada biaya yang hilang, kecuali biaya visa yang memang sudah tidak bisa dikembalikan.

M Noer Alya Fitra, Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus, Kementerian Agama RI, menyatakan bahwa pemerintah RI telah mengajukan negosiasi kepada Arab Saudi. Pemerintah RI tetap mengormati keputusan Arab terkait pelarangan sementara umroh tersebut. Namun demikian, perwakilan RI di Arab meminta agar diberikan batas waktu agar nantinya dapat dilanjutkan kembali. Indonesia sendiri merupakan pengirim terbesar jamaah umroh setelah Pakistan dimana penangguhan ini tentunya akan berdampak pada aktivitas perusahaan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh) karena mereka untuk sementara waktu tidak bisa melaksanakan pemberangkatan jamaah umroh sehingga berdampak pada terganggunya perputaran ekonomi. 

PPIU juga diminta untuk dapat memberikan pengertian kepada jamaahnya karena pemerintah RI sendiri tidak dapat memaksa Saudi untuk segera membuka kembali dalam waktu dekat. Yang penting, sudah ada upaya kesepakatan tentang rescheduling tiket antara maskapai dan pemerintah dengan tujuan atau dalam rangka memberikan kepedulian terhadap jamaah umroh Indonesia.

PPIU juga harus tetap berkoordinasi dengan penyedia layanan di Arab Saudi agar tidak kemudian menghapus begitu saja kontrak-kontrak layanan yang sudah dibayar baik kepada pihak hotel, katering, dan sebagainya.

Demi menjaga kondisi psikologi jamaah tetap tenang, pemerintah bersama asosiasi dan stakeholder lainnya harus selalu membuka ruang komunikasi dan koordinasi sehingga tidak ada satu pun jamaah umroh yang dirugikan akibat peristiwa yang tidak terduga ini.

jamaah umroh

0 comments