Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Thursday, March 12, 2020

Lagi, Kasus Penipuan Jual Beli Properti Berkedok Syariah di Bogor Terungkap

Lagi-lagi kasus penipuan jual beli properti berlabel syariah memakan korban. Kali ini terungkap adanya developer atau pengembang di Kota Bogor yang telah menipu sebanyak kurang lebih 125 konsumennya.

Akibat kasus penipuan tersebut disinyalir terjadi kerugian yang cukup fantastis yaitu mencapai angka Rp 12 miliar dimana salah satu korban yang berhasil diwawancara media Kompas TV (05/03) menyatakan bahwa ia adalah korban penipuan atas pembelian 1 (satu) kavling  di Perumahan Quranic Residence yang berlokasi di Kemang, Kabupaten Bogor. Sayangnya uang yang sudah disetorkannya sebesar Rp 81 juta dari total harga Rp 275 juta, tidak terlihat wujudnya alias tidak ada bangunan rumah yang dapat ditempati. Ia lantas menjelaskan bahwa motif dirinya membeli rumah di kompleks tersebut adalah karena konsep syariah yang ditawarkan pengembang atau developer antara lain tidak menggunakan sistem bunga atau riba serta meniadakan denda dalam sistem jual belinya. Mereka mengklaim memiliki lembaga keuangan tersendiri sehingga tidak melibatkan bank dalam proses pengurusan KPR.

Sejumlah peristiwa penipuan jual beli properti berkedok syariah yang semakin banyak terungkap menunjukkan bahwa label syariah telah menjadi konsep agama yang hanya dijadikan sebagai gimmick dalam menarik konsumen agar mau membeli barang dagangan. Pihak pengembang tidak sadar bahwa membawa nama syariah dalam menjalankan roda bisnisnya memiliki konsekuensi hukum yang besar tidak hanya di dunia namun saat di akhirat kelak. Dan yang menjadi korban atas kelihaian mereka menjual label syariah kebanyakan justru berasal dari kalangan menengah ke bawah sehingga makin membuat sengsara dan menderita bagi masyarakat. Bayangkan saja, modal pembelian rumah adalah tabungan uang yang telah dikumpulkan bertahun-tahun melalui kerja keras yang penuh perjuangan namun uang yang terkumpul itu pada akhirnya harus hilang percuma akibat ulah oknum bejat yang membawa nama syariah guna mengelabui konsumennya. 

Apabila pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya tidak bertindak tegas dalam menangani kasus ini, dikhawatirkan modus penipuan sejenis akan terus terjadi di Indonesia di masa-masa mendatang yang akan terus memakan korban dalam jumlah yang tidak sedikit.
properti syariah

0 comments