Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Saturday, March 7, 2020

Maraknya Kasus Penipuan Jual Beli Properti Berkedok Syariah ; Masyarakat Agar Waspada dan Berhati-Hati

Ayat-ayat agama kini mulai marak digunakan untuk menjerat mangsanya, termasuk upaya segelintir oknum yang ingin meraih keuntungan dengan cara instan namun merugikan masyarakat umum yang tidak bersalah.

Salah satu modus penipuan yang banyak terungkap adalah jual beli rumah atau properti berbasis syariah yang sayangnya tidak sesuai antara iming-iming berlabel agama dengan kenyataan yang ada. Yang terjadi adalah oknum yang berlindung di balik topeng syariah.

Berita terkini, pihak kepolisian Surabaya berhasil mengungkap kasus penipuan properti syariah dimana hasil uang menipu tersebut oleh sanga tersangka sempat dijadikan aset. Nama perumahan yang dijual adalah Multazam Islamic Residence yang mencatut nama ustadz kondang, Yusuf Mansyur. Kelihaian oknum developer itulah yang menyebabkan banyak konsumen masuk dalam perangkap karena awalnya tergiur oleh konsep syariah yang diusung oleh pihak pengembang.

Dalam kasus lain, sebuah pengembang yang berkantor di bilangan Bintaro, Tangerang, terjerat dalam kasus penipuan jual beli perumahan syariah yang telah memakan korban sekitar 3680 orang. Korban terjerat bujuk rayu team marketing perumahan yang menawarkan penjualan rumah dengan konsep syariah yaitu tanpa ada unsur bunga atau riba dan tanpa BI checking. Calon konsumen hanya disuruh datang ke kantor pemasaran dengan membawa KTP, KK, dan membayar booking fee. Proses yang boleh dibilang sangat ringan dan tidak berbelit-belit sehingga banyak yang tertarik mengambil unit. Pihak kepolisian sendiri telah berhasil membekuk komisaris dan direksi pengembang perumahan tersebut dimana dari 3680 korban, kelompok tersebut sukses mengumpulkan uang sekitar Rp 40 miliar.

Dalam kesempatan lain, jajaran Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus penipuan jual beli perumahan syariah yang telah menelan korban sebanyak 270 orang. Beberapa tersangka yang menjabat sebagai direktur, project manager, dan personil marketing diringkus dan dibekuk kepolisian dimana modus yang digunakan mirip dengan kasus lainnya yaitu menawarkan rumah tanpa bunga atau riba dan tanpa BI checking. Setidaknya kelompok ini gagal membangun rumah yang dijanjikan yang tersebar di berbagai lokasi seperti Bogor, Bekasi, Bandung, dan Lampung.

Masyarakat dan Calon Konsumen Agar Waspada dan Berhati-Hati

Atas maraknya kasus penipuan jual beli properti syariah seperti yang terungkap oleh pihak kepolisian di atas, diharapkan kepada calon konsumen untuk selalu berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli properti yang diinginkan. Sebelum melakukan transaksi, ada baiknya masyarakat memeriksa kredibilitas developer atau pengembang, misalnya memastikan apakah mereka telah terdaftar dalam Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG) atau tidak. Jangan terlalu mudah percaya dengan janji-janji manis yang ditawarkan pengembang bodong tersebut meski dibalut dengan embel-embel syariah. Harga jual yang terlalu murah dan tidak wajar juga harus diwaspadai karena dapat menjadi pertanda buruk. Jika perlu, upayakan untuk melihat langsung ke lokasi lahan yang hendak dan atau sedang dibangun guna memastikan bahwa memang benar terdapat aktivitas pembangunan fisik yang sedang dijalankan oleh pengembang.

properti syariah

0 comments