Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Monday, March 23, 2020

Mengenal PT RNI, Importir Alat Test Virus Corona

PT RNI (Rajawali Nusantara Indonesia) diketahui telah melakukan impor alat deteksi cepat (rappid test) virus corona dengan jumlah 500.000 (lima ratus ribu) unit atas pesanan Kementerian BUMN. Selanjutnya pihak RNI akan mendistribusikan alat test virus corona tersebut ke sejumlah rumah sakit rujukan baik RS pemerintah maupun swasta. 

PT RNI yang saat ini memiliki 18 (delapan belas) Unit Produksi, salah satunya pabrik alat kesehatan, berdiri sudah lama yaitu sejak 1 Maret 1863. Ketika itu, Oei Tjien Sien mendirikan perusahaan perdagangan hasil bumi bernama NV Handel My Kian Gwan di Semarang yang selanjutnya menjadi perusahaan induk  (holding company) yang membawahi sejumlah usaha meliputi industri gula, perdagangan, perkebunan gula, perkebunan karet, industri farmasi, jasa keuangan, properti dan lain-lain.

Tercatat PT RNI yang pada tahun 1885 berubah nama menjadi Oei Tiong Ham Concern (OTHC) menjadi perusahaan konglomerasi pertama di Indonesiaa, sampai kemudian pada tahun 1961, Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih perusahaan tersebut. Sebagian aset perusahaan lalu dimasukkan sebagai penyertaan modal untuk mendirikan PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia pada 12 Oktober 1964 yang kemudian tanggal ini dijadikan sebagai tanggal berdirinya PT RNI (Persero).

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) memiliki aset lebih dari Rp 12 triliun (per 31 Desember 2017) dengan jaringan usaha yang tersebar di seluruh nusantara melalui pengoperasian 13 (tiga belas) anak perusahaan dan 18 (delapan belas) unit produksi yang terdiri dari pabrik gula, pabrik teh, pabrik kelapa sawit, pabrik alat kesehatan, pabrik farmasi, pabrik karung plastik, pabrik kulit, dan pabrik alkohol.

Pada saat ini PT RNI memiliki direktur utama baru yaitu Eko Taufik Wibowo, WNI kelahiran 23 Januari 1966 lulusan S1 Fakultas Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta dan MM UGM yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Berdikari (Persero).

coronavirus

0 comments