Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Wednesday, March 18, 2020

Mengungkap Potensi Tanaman Apotik Hidup sebagai Alternatif Obat Pencegahan Infeksi SARS-CoV-2

Ilmuwan di seluruh dunia terus bekerja keras melakukan riset dan penelitian guna membuat formula khusus yang dapat menghentikan bahaya pandemi virus corona (COVID-19).

Salah satu kelompok group riset dari Indonesia yang terdiri dari Rohmad Yudi Utomo, Muthi Ikawati, dan Edy Meiyanto, telah melakukan sebuah penelitian guna mengungkap potensi bahan tumbuhan obat sebagai alternatif dalam menghentikan infeksi SARS-CoV-2. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan di preprints.org yaitu sebuah platform website yang menerbitkan riset dari berbagai bidang disiplin ilmu yang belum diterbitkan dalam bentuk jurnal. Dalam banyak hal, tulisan yang ada merupakan draft final atau working paper. 

Dalam halaman yang diterbitkan dengan judul “Revealing the Potency of Citrus and Galangal Constituents to Halt SARS-CoV-2 Infection” disebutkan bahwa pandemi COVID-19 adalah masalah serius di dunia saat ini. Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 memiliki protein penting yang digunakan untuk infeksi dan perkembangannya yaitu protease dan spike glycoprotein. RBD (Receptor Binding Domain) dari spike glycoprotein (RBD-S) dapat berikatan dengan reseptor ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme-2) pada Protease Domain (PD) (PD-ACE2) dari sel inang, yang menyebabkan infeksi virus. 

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengungkap potensi senyawa yang terkandung dalam temulawak (Curcuma sp.), jeruk (Citrus sp.), lengkuas (Alpinia galanga), dan secang (Caesalpinia sappan) sebagai anti SARS-CoV-2 melalui pengikatannya pada 3 (tiga) reseptor protein. Studi ini dilakukan dengan docking molekuler menggunakan program MOE 2010 (dilisensikan oleh Fakultas Farmasi UGM, Indonesia). Target protein yang dipilih adalah RBD-S (PDB ID: 6LXT), PD-ACE2 (PDB ID: 6VW1), dan protease SARS-CoV-2 (PDB ID: 6LU7). Afinitas ikatan yang terbentuk direpresentasikan sebagai skor docking

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hesperidin, salah satu senyawa yang terkandung dalam Citrus sp., memiliki skor docking terendah untuk ketiga reseptor protein yang mewakili afinitas tertinggi untuk mengikat reseptor. Selain itu, semua flavonoid jeruk memiliki afinitas yang baik terhadap reseptor yang relevan serta curcumin, brazilin, dan galangin, yang menunjukkan bahwa senyawa-senyawa tersebut memiliki potensi dalam menghambat infeksi dan replikasi virus. 

Secara umum, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa jeruk menunjukkan potensi terbaik sebagai penghambat perkembangan SARS-CoV-2, diikuti oleh lengkuas, secang, dan temulawak, yang dapat dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari sebagai sarana pencegahan penyakit COVID-19.
virus corona

0 comments