Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Wednesday, March 4, 2020

Pemerintah Menghentikan Sementara Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) menyatakan menghentikan sementara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung setelah menerima instruksi dari Menteri BUMN, Erick Thohir (02/03).

PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) telah diminta Erick untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap permasalahan yang muncul terutama kerugian lingkungan dan sosial yang menimpa masyarakat dan warga terdampak atas pelaksanaan proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa telah terjadi genangan air pada jalur tol Jakarta-Cikampek yang disinyalir diakibatkan oleh adanya kesalahan manajemen pelaksanaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yaitu buruknya sistem drainase dan manajemen lingkungan.

Jika ditarik ke belakang, pemerintah di era kepemimpinan Jokowi memang gencar mempromosikan berbagai pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan tol, jembatan, pelabuhan, bendungan, dan lain-lain. Namun jika berbagai proyek prestisius itu tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan permasalahan lain yang merugikan masyarakat.

Proyek pembangunan kereta api jarak dekat seperti Jakarta–Bandung memang sebenarnya menimbulkan polemik sejak awal meskipun moda angkutan kereta api masih layak dikembangkan karena memiliki kapasitas penumpang yang jauh lebih besar dibanding moda transportasi lain terutama kendaraan pribadi. Di negara manapun, transportasi yang bertumpu pada kendaraan pribadi akan mengalami kegagalan karena pemborosan BBM, menimbulkan polusi udara, dan kemacetan.

Berkenaan dengan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung pada dasarnya sejak awal perlu dikaji ulang feasibilitas-nya. Jika yang dibangun adalah kereta api cepat Jakarta–Semarang atau Jakarta–Surabaya mungkin masih layak karena dapat menarik demand atau permintaan yang tinggi. Di sisi lain, secara price, KA Cepat Jakarta–Bandung akan di-setting tarifnya sekitar Rp 200 ribu sehingga diprediksi tidak akan banyak menarik minat masyarakat untuk membeli tiketnya. Sementara itu, mantan Menteri Perhubungan, Ignasisus Jonan dan mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrianof Chaniago, pada awal inisiasi proyek ini telah menyatakan menolak pembangunan jalur KA cepat Jakarta–Bandung. Sehingga sudah dapat digambarkan secara sekilas bahwa proyek tersebut memang telah menjadi diskursus yang menimbulkan pro kontra diantara pejabat dan juga di tengah-tengah masyarakat.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung

0 comments