Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Sunday, March 8, 2020

Waspada Wabah Demam Berdarah di Tengah Pemberitaan Virus Corona

Jumlah pasien penderita demam berdarah terus bertambah. Di kota Boyolali, Jawa tengah, warga dihimbau waspada dan lebih memperhatikan lagi kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk demam berdarah.

Munculnya wabah demam berdarah terus bermunculan di sejumlah wilayah, salah satunya di Boyolali, Jawa Tengah. Kondisi ini terlihat dari banyaknya jumlah pasien demam berdarah yang terus bertambah di RSUD Pandan Arang, Boyolali. Sejak bulan Januari 2020 tercatat sebanyak 42 kasus demam berdarah. Jumlah ini meningkat hampir 2 (dua) kali lipat dari jumlah tahun lalu. Pasein yang terdaftar di RSUD tersebut berasal dari 22 (dua puluh dua) kecamatan di Boyolali. 

Warga diminta untuk lebih memperhatikan kebersihan untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengan gerakan 3M dimana secara lengkapnya dideskrispsikan sebagai berikut :

  • Menguras : dilakukan sedikitnya 1 (satu) kali dalam seminggu berupa menguras tempat penampungan air. Tidak hanya sekedar menguras namun harus juga menyikat dinding tempat penampungan air tersebut karena telur nyamuk penyebab demam berdarah dapat menempel cukup lama dan kuat pada dinding penampungan air.
  • Menutup : setelah menguras, diperlukan upaya menutup tempat penyimpanan air untuk mencegah nyamuk masuk dan bertelur di sana.
  • Menyingkirkan/Mendaur Ulang : mengingat genangan air yang tertampung dalam barang-barang bekas dapat menjadi sarana nyamuk aedes aegypti untuk bertelur maka barang-barang tersebut harus disingkirkan atau daur ulang.

Sementara itu di rumah sakit di Banjar terutama RSUD Banjar, tercatat 171 (seratus tujuh puluh satu) pasien demam berdarah sejak bulan Januari 2020. Sebagian besar pasien berasal dari Banjar, Ciamis, dan Pangandaran. Sementara di RSUD Ciamis, jumlah pasien demam berdarah juga melonjak hingga 113 (seratus tiga belas) pasien hingga saat ini.

Wakil Walikota Banjar, Provinsi Jawa Barat, Nana Suryana, dalam kesempatan wawancara dengan TVOne (08/03) menyatakan bahwa sebenarnya sebelum masuk musim hujan, pemerintah Banjar telah melaksanakan program pencegahan, misalnya pada bulan November 2019 telah diedarkan surat wali kota yang menyampaikan program dalam mengantisipasi demam berdarah dalam bentuk surat edaran ke kecamatan-kecamatan, desa, dan kelurahan di wilayah Banjar. Pasca musim hujan dilanjutkan dengan instruksi program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Selain 3M, dilakukan tindakan lain pada daerah terjangkit dan daerah endemik yaitu fogging. Sampai saat ini belum pemerintah belum menetapkan statusnya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) karena pemerintah kota masih optimis dimana dari jumlah 171 pasien, 90%nya sudah dinyatakan dalam kondisi baik.

demam berdarah

0 comments