Portal-Rakyat : Politik, Ekonomi, Sejarah, dan Budaya Indonesia

Monday, April 20, 2020

Apa Itu 'Amicus Curiae' dalam Dunia Hukum ?

Istilah “amicus curiae” mungkin masih terdengar asing bagi di sebagian besar telinga masyarakat Indonesia.

Amicus curiae merupakan istilah latin yang mempunyai arti “sahabat pengadilan” atau “friends of the court.” Secara umum, amicus curiae adalah pihak di luar pengadilan yang merasa memiliki kepentingan terhadap suatu perkara hukum dan ia biasanya akan menyertakan suatu pendapat hukumnya kepada pengadilan meskipun tidak diminta. Mengingat Indonesia menganut civil law warisan Belanda dan bukan common law maka metode ini tidak lazim dipakai di negara ini. Meski demikian terdapat beberapa kasus dimana amicus curiae ini pernah diterapkan di Indonesia, salah satunya adalah dalam kasus hukum yang menimpa Florence Sihombing.

Dalam pendekatan hukum di Indonesia, praktek amicus curiae dianggap merupakan perwujudan dari Pasal 5 Ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menyatakan bahwa hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Di negara-negara besar seperti Amerika Serikat yang menggunakan basis common law, sistem amicus curiae ini lazim diterapkan. Misalnya Mahkamah Agung Amerika Serikat (The Supreme Court of the United States) mengijinkan pemerintah federal, negara bagian, dan pemerintah lokal untuk menyampaikan pandangan mereka dalam kasus apapun yang menjadi perhatian mereka tanpa harus mendapatkan persetujuan dari pengadilan atau pihak manapun. Orang atau individu secara pribadi dapat berperan sebagai amici curiae di Mahkamah Agung.

Supreme Court

0 comments